Duet Kemensos dan Kemenperin dorong 400 Ribu KPM PKH Graduasi jadi Wirausahawan

Duet Kemensos dan Kemenperin dorong 400 Ribu KPM PKH Graduasi jadi Wirausahawan

Jakarta – Sebanyak 400.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi wirausahawan. Agar usahanya terus berkembang, Kementerian Sosial menggandeng Kementerian Perindustrian dalam memberikan pembekalan dan pembinaan usaha.

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kerja sama dengan Kementerian Perindustrian ini, dimaksudkan untuk menjaga, agar KPM PKH yang sudah graduasi makin kuat usaha ekonominya. Kerja sama ini akan memperkuat penerima manfaat tidak hanya graduasi mandiri, namun juga bisa terus mengembangkan usahanya.

“Diharapkan mereka makin bankable, sehingga tumbuh dari wirausaha industri kecil menjadi industri menengah, besar, dan tidak tertarik kembali (ke bawah garis kemiskinan),” kata Mensos, dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Sosial dan Kementerian Perindustrian Dalam Rangka Penumbuhan Wirausaha Baru Industri Kecil dan Industri Menengah Penerima Manfaat PKH dan Penerima Manfaat Bidang Kesejahteraan Sosial Lainnya di Jakarta, Jumat (08/02/2019).

Di kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan dalam kerja sama ini, Kemenperin akan membantu penerima manfaat dengan berbagai upaya, baik pelatihan, bimbingan teknis, bantuan peralatan, dan sebagainya. Bantuan akan diberikan bagi sekitar 400.000 ibu-ibu yang memiliki usaha mandiri tadi, rencananya juga akan disinergikan dengan program Kemenperin i-smart yang berbasis e-commerce.

“Peserta program KUBE (Kelompok Usaha Bersama) dari Kemensos yang sudah mulai bisa berproduksi rutin, kami bantu dengan perbaikan pengemasan dari produksi mereka. Bisa juga dibantu dengan bantuan peralatan. Bila sudah berkembang, mereka dijaga terus, sehingga memperbanyak wirausahawan,” kata Menperin Airlangga Hartarto.

Airlangga berharap target graduasi sejahtera mandiri penerima PKH tahun 2019 makin cepat terealisasi. Khususnya dari bidang usaha, yang sudah dipantau Kemenperi seperti bidang makanan-minuman, kerajinan, dan juga barang seni.

Dalam kerja sama yang tertuang dalam nota perjanjian (MoU) ini, kedua belah pihak sepakat melakukan pertukaran data dan informasi; penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan serta bimbingan teknis untuk menghasilkan wirausaha baru yang mandirI; penyelenggaraan program dan kegiatan berbasis digital untuk pengembangan pasar; penyediaan akses pembiayaan; fasilitasi dan kemudahan penyediaan bahan baku; dan pengembangan kerja sama kelembagaan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here