Pasar Saham dan Valas Dipengaruhi Faktor Geopolitik

Pasar Saham dan Valas Dipengaruhi Faktor Geopolitik

JAKARTA – Investor pasar finansial pekan ini akan sangat sibuk menghadapi isu ketegangan dagang AS-China yang berkelanjutan. Perkembangan Brexit dan banyak risiko geopolitik lainnya pun turut jadi faktor pengaruh.

“Pasar saham dan mata uang global akan sangat dipengaruhi oleh geopolitik dan pertemuan G20 akan sangat menjadi perhatian. Dolar memiliki ruang untuk tetap berkibar karena ekspektasi kenaikan suku bunga AS dan permintaan safe haven di tengah ketidakpastian seperti ini. Di Inggris Raya, prospek Pound bergantung pada bagaimana respons Parlemen terhadap kesepakatan Brexit Theresa May. Harga minyak di jangka pendek hingga menengah mengarah ke bawah karena meningkatnya pasokan global dan isyarat melambatnya permintaan, ” papar Research Analyst FXTM Lukman Otunuga, Selasa (27/11).

Lebih lanjut, dia menambahkan seperti mata uang pasar berkembang lainnya, Rupiah sepertinya akan tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal pada pekan ini. 

” Berfokus pada aspek teknikal, Rupiah memiliki ruang untuk menguat terhadap Dolar pekan ini apabila USDIDR berhasil ditutup di bawah 14500,” tambahnya. 

Sementara itu, hasil rapat FOMC akan menjadi perhatian pada hari Kamis. Dia menilai investor akan mengetahui apakah Federal Reserve mengkhawatirkan penurunan harga aset saat hasil rapat November dirilis. Menurutnya, apabila hasil rapat tidak menunjukkan bahwa Fed khawatir, maka pasar dapat menilai level kekhawatiran Fed terkait penurunan harga aset di kesempatan lain karena banyak anggota FOMC yang memiliki hak suara yang dijadwalkan untuk berbicara pekan ini, termasuk Ketua Dewan Gubernur Fed Jay Powell.

“Pada saat ini, para pengambil kebijakan moneter belum terlalu khawatir karena tingkat pengangguran mendekati level terendah dalam 50 tahun dan inflasi mendekati level target. Walau begitu, kemungkinan melambatnya laju pengetatan kebijakan moneter semakin tinggi, dan ini tergambar dalam FedWatch Tool CME yang menunjukkan bahwa investor mengantisipasi peluang 76% kenaikan suku bunga di bulan Desember, dan hanya satu kali kenaikan lagi di tahun 2019, tidak seperti tiga kali kenaikan yang diperkirakan oleh Federal Reserve, ” paparnya.

Walau Fed adalah faktor penting dalam memulihkan kepercayaan, tambahnya, namun hubungan yang lebih baik antara AS dan China mungkin lebih berpengaruh besardalam memperbaiki sentimen. 

” Rapat antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada pertemuan G20 mendatang yang akan dimulai pada 30 November dapat memberi gambaran mengenai arah pasar berikutnya. Apabila kedua belah pihak setuju untuk mengurangi ketegangan dan mencari kerangka kerja untuk mengatasi ketegangan dagang saat ini, maka pasar saham mungkin akan mengalami relief rally. Namun demikian, ada peluang besar bahwa situasi akan bergerak ke arah semakin buruk, jadi volatilitas sepertinya akan tetap tinggi selama beberapa hari mendatang, ” ujarnya. (J10) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here