Daun Salam Koja (Teumurui) Hadiah Cinta dari Aceh

Kasubbid Promosi dan Pameran, Cut Putri saat menyerahkan pohon Salam Koja kepada salah satu peserta Festival Masakan Khas Aceh di TMII, Sabtu, 24 November 2018

JAKARTA– Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta baru saja usai menyelenggarakan Festival Masakan Khas Aceh. Festival ini adalah perhelatan kali kedua yang diselenggarakan di Anjungan Aceh, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sejak Sabtu, 24 November hingga 25 November 2018.

Kepala BPPA, Almuniza Kamal bersama Kasubbid Promosi dan Pameran, Cut Putri Alyanur dalam kesempatan tersebut menyerahkan cendera hati kepada para guru pendamping dan kepala sekolah berupa satu semaian kecil batang temurui (salam Koja/daun kari) Aceh untuk ditanam di lingkungan sekolahnya.

“Tanam dan siramlah batang indentitas kuliner khas Aceh ini agar silaturahmi kuliner Aceh terus menggema dan menjadi saksi, bahwa cinta akan Aceh akan selalu mewangi dengan merawat dan memeliharanya di halaman sekolah tercinta,” kata Almuniza.

Kali ini, Festival yang mengetengahkan Pesona Seni Budaya Aceh dalam Membangun Identitas Generasi Bangsa itu menghadirkan 12 peserta Festival Makanan Khas Aceh tingkat SMK se-Jabodetabek. Mereka berlomba mengolah, meramu dan juga menyajikan kuliner khas Aceh yang fenomenal tersebut. 

Waktu berlomba yang disediakan adalah 120 menit. Dengan waktu tersebut, masing masing tim sekolah mengandalkan juru bicara untuk menjawab pertanyaan dewan juri seputar resep, cara memasak dan info kuliner daerah Aceh. 

Selagi menyajikan makanan tersebut, di panggung Anjungan Aceh TMII terlihat pula ada 53 tim SMA se-Jabodetabek. Mereka juga tengah berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Kali ini, mereka tengah memamerkan tari Ratoh Jaroe yang sempat menjadi pembukaan Asian Games 2018 lalu.

Festival Makanan khas Aceh tahun kedua kali ini menetapkan Mi Aceh dan sebagai menu utama lomba. Diikuti Kue Timphan, Pulot Panggang, dan Air Kelapa Muda sebagai menu tambahan.

Adapun tim penilai (dewan juri) dipercayakan kepada tiga pengamat profesional yakni Chef Hady S.Par MM dari Matana University, Chef Tikno dari Asosiasi chef DKI, dan bang Benu Buloo dari pengamat dan Host kuliner di Trans TV dan kompas TV.

Untuk menyemarakkan kegiatan tersebut, manajemen TMII memberikan sejumlah kemudahan kepada para pengunjung berupa bebas tiket masuk ke lokasi Festival dari awal kegiatan hingga pengumuman yang diperuntukkan kepada seluruh peserta pendamping dan undangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here