Properti Premium Di BSD Terus Naik 10% Per Tahun

Tangerang Selatan, AsaNews – Wilayah penyangga Jakarta terus diburu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal. Baik apartemen maupun rumah tapak. Selain faktor harga yang terjangkau dibanding harga hunian di Ibukota, area suburban dipilih karena menawarkan suasana tinggal yang lebih nyaman, tidak padat, serta punya potensi berkembang lebih besar.

Terutama jika lokasinya berada di area yang dikenal prestis, sebut saja seperti Bumi Serpong Damai (BSD). Kawasan yang merupakan bagian dari Tangerang Selatan ini memang dibentuk sebagai kota mandiri lengkap dengan segudang fasilitas menengah hingga mewah. Dengan begitu, penghuninya tak perlu lagi beradu kemacetan menuju pusat kota hanya untuk menikmati gaya hidup ala kaum urban, atau saat butuh fasilitas vital lainnya seperti sekolah dan rumah sakit.
Mengikuti tren tersebut, produk hunian kelas premium dengan target pasar spesifik hadir berseling.

Salah satunya Marigold at NavaPark, yang dikembangkan Sinarmas Land bersama Hongkong Land. Apartemen Marigold at NavaPark dilepas ke pasaran dengan harga mulai Rp1,6 miliar hingga Rp4 miliaran. Tersedia berbagai tipe unit, mulai dari satu kamar tidur hingga tiga kamar tidur.

“Sedangkan produk landed house dijual mulai dari Rp8 miliar – Rp15 miliar. Untuk prospeknya, hunian-hunian yang kami bangun mengalami kenaikan harga bervariasi antara 5% –10% per tahunnya dibanding harga perdana,” terang Wanto Ngali, Dept Head Sales and Marketing Residential NavaPark.

Apartemen tersebut terdiri dari enam menara. Saat ini, tower satu dan dua sudah terjual 100%, sementara tower ketiga sudah mencapai penjualan di atas 80%. Dari kinerja penjualan yang bagus, pengembang percaya diri merilis tower kelima yang sudah dipesan konsumen sebanyak 60%.

“Tower lima ini memiliki 91 unit. Dibanding tiga tower sebelumnya, The Fifth menawarkan lokasi dan fasilitas yang lebih bagus,” jelas Wanto.

Ditanya mengenai profil pembeli, ia mengakui kebanyakan konsumen adalah kategori end user yang mencari rumah kedua alias second home. “Sedikit investor yang motifnya membeli untuk disewakan ke ekspatriat. Di sekitar BSD, jumlah ekspatriat memang belum terlalu banyak hanya sekitar 10% dan rata-rata merupakan ekspat asal Asia,” ia menambahkan.
Meskipun suplai apartemen cukup bersaing di BSD dan sekitarnya, pihak Marigold mengaku optimistis tetap bisa menyerap high end market lantaran menyuguhkan konsep hunian yang sangat berbeda.

Rumah.com Property Index mencatat indeks suplai hunian di kawasan ini dan Tangerang Selatan meningkat hingga 10,2% sejak 2016 hingga 2017.

(sumber: www.rumah.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here